Sabtu, 04 Agustus 2007

mengasihi tanpa melakukan sesuatu (",)

Saya ditraktir makan mie di rumah makan mie yang cukup terkenal. Harganya tidak mahal dan rasanya sangat lezat sekali. Kami duduk di depan meja panjang yang dapat menampung sekitar sepuluh orang bila mengelilingi meja. Meja sudah terisi enam orang, saya, teman saya dan empat orang pengunjung.

Ketika asyik makan, satu keluarga baru duduk di dekat kami. Tepatnya diantara teman saya dan pengunjung lainnya. Mereka telah memesan mie dan sedang menunggu. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang masih muda dan seorang anak yang berusia sekitar enam tahun. Mereka keluarga yang jauh dari sederhana. Pakaiannya agak kusam dan berbau. Si anak kelihatannya baru sembuh dari suatu penyakit yang tidak kami ketahui dan sedang menarik ingusnya keluar masuk. Ingusnya seperti angka sebelas dan terkadang seperti angka satu dengan warna kuning kehijau-hijauan. Si ibu dengan penuh kasih sayang mengelap ingus yang tidak berhenti keluar masuk hidung anaknya. Pasangan itu sangat bahagia melihat anaknya bermain sambil tertawa. Sepertinya makan mie merupakan perayaan menyambut kesembuhannya. Saat mie datang keluarga tersebut makan dengan lahap.

Keadaan tersebut tidak berlaku bagi kami semua terkecuali teman saya. Bagi kami berlima (termasuk saya) keadaan tersebut merupakan bencana dan penyiksaan. Bayangkan aja, bagaimana rasanya makan mie dengan mencium satu keluarga yang bau badannya tidak enak. Belum lagi melihat dan mendengar ingus yang ditarik keluar masuk dan ses eka li dibersihkan oleh ibunya. Setiap kali memakan mie sambil meminum kuahnya, rasanya seperti ingus telah tercampur dengan makanan dan membuat selera makan hilang. Tidak berapa lama kemudian, keempat pelanggan yang duduk semeja dengan kami meninggalkan meja satu persatu- tanpa menghabiskan makanan. Melihat ini ada rasa kepahitan yang terpancar diwajah keluarga muda itu, seperti rasa rendah diri dan terasing melihat sikap saya dan empat pengunjung lainnya.

Tetapi itu tidak berlangsung lama, terutama saat mereka melihat teman saya, keceriaan mereka pulih kembali. Teman saya tetap menikmati mie dengan segala kecueka nnya. Seolah-olah tidak ada bau disekitarnya dan tidak ada suara ingus yang didengar. Saya tidak bisa berbuat banyak selain belajar cuek dan menghabiskan sisa mie. Lagi pula saya ditraktir makan
dan tidak berhak mengajukan hal-hal yang aneh-aneh dan tidak sopan.

Selesai makan, kami masih duduk dua puluh menit sebelum meninggalkan kedai makanan. Saya heran dengan tingkah teman saya yang diluar kebiasaannya. Biasanya setelah makan, ia hanya duduk paling lama sepuluh menit. Sekali lagi saya harus mengikuti kemauan teman saya dengan jengkel.

Akhirnya kami keluar meninggalkan kedai dan keluarga muda, saya merasa lega. Dalam perjalanan pulang, teman saya mengatakan ia sangat terganggu duduk di samping keluarga tersebut. Ia merasakan rasa bau dan merasa terganggu dengan suara ingus anaknya. Ia merasakan tepat seperti yang saya rasakan.

Teman saya juga mengatakan, jika ia meninggalkan keluarga tersebut di saat mereka bergembira, keluarga itu akan merasa terpukul, tidak berharga, terasing dan putus asa. Si suami sedang memberi yang terbaik bagi keluarganya. Mereka bersukacita merayakan kesembuhan anaknya. Si suami telah mengeluarkan uang yang bagi mereka cukup mahal dari hasil kerja keras hanya untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Uang itu tidak begitu banyak untuk ukuran kami tetapi tidak bagi keluarga itu.

Saya sangat terkejut mendengar penuturan teman saya. Dan tidak menyangka teman saya telah melakukan sesuatu yang luar biasa bagi keluarga itu. Dengan caranya yang khas, bertahan makan mie sampai habis dan menunggu dua puluh menit setelah makan, telah memberi semangat baru bagi keluarga itu.

Saya teringat bagaimana rasa kepahitan, rendah diri dan terasing di wajah kedua suami istri ketika melihat pelanggan yang lain meninggalkan meja tanpa menghabiskan makanan dan melihat tingkah saya. Saya juga teringat bagaimana pasangan ini kembali ceria begitu melihat sikap teman saya yang cuek.

*Pertama kali dalam hidup ini, saya menyadari dan menyaksikan bagaimana mengasihi sesama tanpa mengatakan sesuatu benar-benar tidak mustahil. Ini benar-benar keajaiban. Ajaib bagaimana semua ayat-ayat di dalam Alkitab tentang mengasihi sesama dapat diwujudkan tanpa perkataan dalam waktu sesingkat itu. Cukup hanya dengan meneruskan makan mie sampai habis. Masa bodoh dengan sikap saya dan pengunjung lain yang tidak terpuji. Menunggu dua puluh menit setelah selesai makan. Yang terakhir menahan rasa bau untuk menyempurnakan segalanya telah menunjukkan suatu keajaiban kasih dan dilakukan oleh seorang teman.*

*Ajaib bagaimana teman saya menegor saya tanpa mengatakan sesuatu. Ia tidak menuduh tetapi cukup telak memukul saya. Saya merasa sangat terpukul, malu tetapi tidak marah. Saya kembali mengingatkan diri sendiri bagaimana mudahnya mengatakan mengasihi sesama tetapi tidak melakukannya.**

*Jokes Story* MOBIL DI SURGA

Pak Haji meninggal dua hari yang lalu dan hari ini ia diterima seorang malaikat penjaga gerbang surga. Sang malaikat Berkata: “Pak Haji, jalan ke surga masih jauh, ini saya kasih Suzuki Carry supaya nggak capek jalan kesananya dan kendaraan ini buat Pak Haji yang dapat digunakan selamanya di surga nanti”. Pak Haji: “Wah, terima kasih sekali!” sambil tersenyum. Pak Haji dengan senangnya mengendarai Suzuki Carry pemberian si malaikat tadi.

Beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba ada sebuah Toyota Corolla melaju dari belakang dan menyalip Suzuki Carry yang dikendarai Pak Haji. fiiiooosshhh…… Pak Haji secara sekilas sempat melihat pengendara Toyota Corolla tadi..ternyata seorang pastor! Pak Haji agak jengkel dan nggak terima… masa ia cuma dikasih Suzuki Carry. Akhirnya ia balik arah hendak menemui si malaikat lagi. Begitu sampai Pak Haji langsung berkata: “Ini tidak adil, masa si pastor bisa dapat Toyota Corolla sedang saya cuma Suzuki Carry?” Sang malaikat berkata dengan kalem: “Begini Pak Haji..bapak kan hidupnya di dunia sudah enak..bisa kawin, bisa punya istri empat lagi….sedangkan seorang pastor kan hidup selibat dan harus mengatasi keinginan duniawi. Jadi mengertilah……..kini saatnya si pastor tadi mendapat imbalan.” Pak Haji berpikir sejenak dan mengangguk: “Oya..ya..benar juga. Oke lah saya nggak apa-apa pakai Suzuki Carry…..yang penting bisa sampai ke surga.”

Dengan gembira Pak Haji mengendarai Suzuki Carrynya lagi dan meluncur dengan santai.

Tetapi tanpa disangka-sangka ada kendaraan lain lagi yang melaju kencang dan langsung menyalip Pak Haji. Kali ini Mercedes SL-500 open kap dan pengendaranya adalah seorang pemuda berambut gondrong dan ngebut. Rambutnya berkibar tertiup angin saking kencangnya Mercedes tersebut. Kali ini pak Haji geram dan berkata dalam hati: “Huh! Kalau tadi pastor dengan Corolla, bisa saya terima. Tapi kali ini pemuda berambut gondrong dengan Mercy SL-500?…….itu keterlaluan!!!”. Dengan cepat Pak Haji berbalik menemui si malaikat lagi. Setelah sampai, ia langsung lompat dari mobil dan marah-marah: “Ini sudah keterlaluan, masa seorang pemuda gondrong dan ngebut bisa dapat Mercy..open kap lagi!???”.

Si malaikat tampak ketakutan dan terus celingak-celinguk, akhirnya ia berbisik ke Pak Haji: “Ssstttt…itu…Jesus…!!!

Kamis, 02 Agustus 2007

Biografi "Raul Gonzalez"

Raul Gonzalez Blanco, biasa dipanggil Raul (lahir 27 Juni 1977) adalah Pesepakbola dari Spanyol. Ia telah bermain untuk Real Madrid di tingkat senior sejak 1994, dimana sekarang ia menjabat sebagai kapten. Ia telah bermain lebih dari 100 pertandingan untuk tim nasional Spanyol dan merupakan pencetak gol terbanyak yaitu 47 gol. Ia mempersembahkan Spanyol di turnamen Piala Dunia 1998, Euro 2000, Piala Dunia 2002, Euro 2004 dan Piala Dunia 2006.

Raul juga menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepakbola Spanyol dengan 185 gol dari 418 pertandingan. Semua gol tersebut adalah untuk Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu. Hal ini masih dapat berkembang karena Raul masih bermain untuk Real Madrid.

Saat ia bermain, ia menggunakan kaus bernomor 7 untuk Spanyol dan Real Madrid.

Raul lahir di Madrid, pinggiran kota dari San Cristobal de Los Ángeles. Setelah menjadi anggota tim amatir San Cristobal de Los Ángeles, ayahnya mendaftarkan dia ke tim muda Atletico Madrid di umur 13 tahun. Raul menjadi sangat berbakat. Memenangi gelar nasional dengan tim muda U-15 dan takdirnya terlihat untuk bergabung dengan tim profesional saat presiden Atletico Jesus Gil menghilangkan tim muda Atletico dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan.

Dihilangkan dari tim yang dibelanya, Raul pergi ke rival sekota Atletico yaitu Real Madrid dimana sukses dengan cepat akan datang kepadanya. Ia memulai musim 1994-1995 di tim Real Madrid C dan mencetak 13 gol di 7 pertandingan pertama. Pada Oktober 1994, pelatih Jorge Valdano memilih Raul untuk bermain di tim utama. Saat ia hanya berumur 17 tahun 4 bulan, Raul menjadi pamain termuda sepanjang sejarah yang memakai kaus Real Madrid. Dengan itu, ia mendorong keluar Emilio Butrageuno pemenang Piala Pichichi, dan langsung menjadi sensasi baru Spanyol. Ia mencetak 9 gol dalam 28 penampilan di musim pertamanya, termasuk saat melawan Atletico. Ia juga memenangi kejuaraan Liga Spanyol. Raul membuat debut tim utama timnas Spanyol pada Oktober 1996 melawan Republik Ceko.

Raul merupakan pemain kunci di 6 gelar besar Real Madrid dari tahun 1998 sampai 2003. Dengan Real, ia memenangi 3 kejuaraan antar Eropa (European Champions League) pada tahun 1998, 2000, dan 2002. ia juga mencetak gol penentu di partai final Champions League 2000. Di domestik, ia memenangi 3 piala La Liga Spanyol di tahun 1997, 2001, dan 2003. Setelah Fernando Hierro pensiun dari timnas spanyol tahun 2002, Raul menjadi kapten untuk Real Madrid dan Spanyol.

Sejak tahun 2003, ia telah menjadi sasaran empuk bagi media massa dan suporter dalam hal kritik karena penampilan buruknya sejak 4 tahun belakangan, dimana Real Madrid mengalami kesulitan memenangi gelar di Spanyol dan di Eropa dengan tidak sukses dikeduanya. Kesulitan-kesulitan yang telah membayangi Raul mengakibatkan ia disisihkan dan diletakkan di tim cadangan oleh Real Madrid dan Spanyol, meninggalkan pertanyaan “Berapa lama lagi ia akan bertahan di Real dan Spanyol ?”. Banyak gosip yang mengatakan bahwa ia bermain pada pertandingan Madrid dikarenakan ia telah menjadi pengaruh besar di Madrid.

Pada tanggal 28 September 2005, ia menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di turnamen UEFA Champions League pada penampilannya yang ke 97, melewati pemain legenda Real Madrid Alfrado Di Stefano. Saat itu ia bermain melawan tim tangguh Olimpiakos dari Yunani. Saat ia memimpin pertandingan Spanyol melawan San Marino, di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006 pada tanggal 12 Oktober 2005, ia melebihi rekor Fernando Hierro sebagai Kapten Spanyol yang paling banyak Tampil dalam sejarah Spanyol.

Pada tanggal 19 juni, dengan gol saat melawan Tunisia, Raul menjadi pemain no 18 yang mencetak gol di 3 Piala dunia. Sebelumnya ia telah mencetak gol di Piala dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006.

Selasa, 24 Juli 2007

boneka di hari terakhir sebelum natal

* jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak tahu kapan hari terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda.*

Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah" yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: “Ini akan makan waktu selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju” “Natal benar" semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap aku bisa berbaring, tidur, dan hanya terjaga setelahnya” Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.

Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki" berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: ‘Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?’ Perempuan tua itu menjawab: ‘Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup uang untuk membeli boneka ini, sayang.’ Kemudian Perempuan itu meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak laki" itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.

Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia ingin memberikan boneka itu.’Ini adalah boneka yang paling disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada Natal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya’ Aku menjawab mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adiknya, dan supaya ia jangan khawatir. Tapi anak laki" itu menjawab dengan sedih ‘Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat dimana adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama sampai di sana.’ Mata anak laki" itu begitu sedih ketika mengatakan ini ‘Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka ini untuk diberikan kepada adikku.’ Jantungku seakan terhenti.

Anak laki" itu memandangku dan berkata: ‘Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk menunggu hingga aku pulang dari supermarket.’ Kemudian ia menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata: ‘Aku juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata mama harus pergi bersama adikku.’ Kemudian ia memandang dengan sedih ke boneka itu dengan diam.

Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan dan berkata kepada anak itu. ‘Bagaimana jika kita periksa lagi, kalau" uangmu cukup?’ ‘Ok’ katanya. ‘Kuharap punyaku cukup.’ Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah sisa. Anak itu berseru: ‘Terima Kasih Tuhan karena memberiku cukup uang’ Kemudian ia memandangku dan menambahkan: ‘Kemarin sebelum tidur aku memohon kepada Tuhan untuk memastikan bahwa aku memiliki cukup uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya kepada adikku. DIA mendengarkan aku.

Aku juga ingin uangku cukup untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli boneka dan mawar putih.’ ‘Kau tahu, mamaku suka mawar putih’

Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka keluarga dari anak laki2 ini?

2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang" untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan. Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang cantik dengan foto anak laki" dan boneka itu ditempatkan di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki" itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil semuanya dari anak itu.

Anda memiliki 2 pilihan
Kirimkan pesan ini kepada semua orang yang anda kenal
atau hapuslah dan berpura-pura kisah ini tidak pernah menyentuh hatimu

Jika anda kirimkan pesan ini, mungkin anda membantu mencegah seseorang yang mabuk untuk mengemudi

MOM…

Pada suatu sore yang cerah, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya.


Dan inilah tulisan si anak itu:
Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00
Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp. 10.000,00
Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp. 15.000,00
Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00
Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00
Total jumlah hutang Rp. 80.000,00


Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:


Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama, GRATIS.
Untuk semua malam ketika Mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.
Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.
Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.
Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.
Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati Mama adalah GRATIS.


Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku sayang sekali pada Mama”.
Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”


Apakah menurutmu ini cerita yang indah?
Jika ya, kabarkanlah pada semua orang, bahwa orang yang paling mencintainya, selalu ada di dekatnya: SEORANG IBU.